TANJUNGPINANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) datang sambangi UMRAH. Kedatangan tim KPK itu adalah untuk kepentingan Lembaga anti rasuah tersebut dalam hal memberikan Bimbingan Teknis serta sosialisasi laporan harta kekayaan dengan sistem online bagi pejabat di lingkungan UMRAH.

Tim Bimtek eLHKPN KPK yang dipimpin oleh Pipin Purbawati dan 2 anggotanya Bintang Mely dan Kusumastuti disambut langsung kedatangannya oleh Rektor UMRAH Prof. Dr. Syafsir Akhlus, M.Sc.

Pada kesempatan BIMTEK tersebut secara rinci Pipin Purbawati menerangkan dengan detail tata cara mengisi laporan harta kekayaan pejabat negara tersebut kepada para peserta BIMTEK dan Sosialisasi di UMRAH.

Bimtek dan sosialisasi eLHKPN bagi pejabat di lingkungan UMRAH itu diikuti oleh 20 orang. Mulai dari Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Kepala Biro, Pejabat Administrator hingga Pejabat Pengawas datang hadir untuk mendapatkan Bimtek dan Sosialisasi tersebut

Pipin Purbawati (KPK) menjelaskan bahwa BIMTEK dan Sosialisasi yang diberikan langsung ke Lembaga-lembaga pemerintahan se-Indonesia adalah guna mencapai target yang telah ditentukan KPK, yakni tuntas di tanggal 31 Maret 2019 untuk pelaporan LHKPN tahun 2018 bagi seluruh Pejabat Negara se-Indonesia.

Rektor dan Jajaran Pejabat di lingkungan UMRAH saat sedang mengikuti BIMTEK dan Sosialisasi eLHKPN oleh KPK (F-Rendi/Humas)

“Kedatangan kami secara langsung ke lembaga-lembaga negara atau pemerintahan mulai dari pusat hingga daerah adalah untuk percepatan program LHKPN yang kami canangkan secara online. Dengan target tanggal 31 Maret 2019 tuntas secara Nasional. Jika masih ada pejabat yang belum melaporkan harta kekayaannya maka akan kami (KPK) berikan lebel Tidak Patuh”. Ungkap Pipin kepada Redaksi Teraju UMRAH.

“Ya tentu saja, laporan harta kekayaan ini akan dapat diakses oleh masyarakat banyak melalui laman website resmi https://elhkpn.kpk.go.id yang telah kami (KPK) siapkan”. Jawab Pipin kepada Redaksi Teraju UMRAH saat ditanya apakah laporan harta kekayaan bagi pejabat negara ini dapat diakses oleh masyarakat banyak.

Tanpa terasa karena antusias dari peserta dalam sesi tanya jawab menghantarkan kegiatan tersebut ke penghujung acara dan kegiatan BIMTEK serta Sosialisasi dari Lembaga anti rasuah itupun harus berakhir.

(Rendi/Humas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here