Bandung – Menyongsong Revolusi Industri 4.0 dimana Teknologi Informasi memegang peranan penting dalam berbagai proses bisnis, kemampuan Pengelola Teknologi Informasi dan Komunikasi di Universitas perlu ditingkatkan. Bertolak dari hal tersebut, Unit Pelayanan Teknis(UPT) Pusat Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melakukan studi banding ke Universitas Padjajaran (UNPAD) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) Selasa (18/9) hingga Kamis (20/9) di Kota Bandung,Jawa Barat.

Rombongan UPT TIK UMRAH yang berjumlah delapan orang, dipimpin oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPT TIK, H. Azmi Sanjaya Putra, S.Sos.

Pada Kunjungan Studi Banding Hari Pertama, Selasa(18/9) ke Universitas Padjajaran di Gedung Rektorat Unpad di Jatinangor, rombongan UPT TIK diterima oleh Sekretaris Direktorat Perencanaan dan Sistem Informasi (DPSI), Alan Ridwan Maulana, S.Si., M.Kom.

Rombongan UPT TIK langsung diajak oleh Alan meninjau Ruang Pusat Layanan terpadu UNPAD yang terletak di lantai 1 Rektorat Unpad yang sering menjadi tujuan kunjungan Studi banding Universitas-universitas di Indonesia. Pusat layanan terpadu ini menyerupai counter layanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

“Mahasiswa dan Dosen, maupun Tendik cukup dilayani disini, sehingga tidak perlu datang ke kantor Unit-unit kerja yang dilayani urusannya di Pusat Layanan terpadu. Pengambilan Ijazah juga dilakukan disini, kecuali legalisir ijazah” Ujar Alan.  

Kemudian rombongan UPT TIK diajak meninjau kantor DPSI UNPAD yang terletak di Lantai 2 di ruang Pusat Data Jawa Barat. Ruang Pusat Data Jawa Barat ini sendiri merupakan Command Center yang dihibahkan oleh Bank Jabar kepada UNPAD.dengan Skema Corporate Social Responsibility.

Dalam diskusi yang berlangsung di Ruang rapat Pusat Data Jawa Barat DPSI UNPAD, Alan menyampaikan bagaimana proses-proses Teknologi dan Sistem Informasi yang ada di UNPAD. Kemudian Rafly Chalil, Kabid TI Direktorat Sarana dan Prasarana UNPAD menjelaskan bagaimana sarana prasarana Teknologi informasi UNPAD seperti datacenter dan sistem Informasi yang melayani proses sarana dan prasarana. Kemudian mengenai E-Learning yang berbentuk Blended-Learning juga disampaikan oleh Ryan Hara Permana, MN. dari Direktorat Sumberdaya Akademik dan Perpustakaan Unpad.

Rombongan UPT TIK UMRAH kemudian diajak DPSI UNPAD mengunjungi data Center UNPAD di Kampus UNPAD Dipati Ukur kemudian berdiskusi tentang bagaimana UNPAD melakukan Mobile Assisted Test (MAT) berbasis Android. Awalnya kunjungan ke Data center Unpad adalah hari Rabu(19/9) namun karena UNPAD sedang melaksanakan rangkaian Dies Natalis, maka DPSI Unpad mengarahkan kunjungan ke Data Center UNPAD dilangsungkan sekaligus di hari yang sama.

Kasubag TU UPT TIK UMRAH, Azmi Sanjaya Putra mengatakan bahwa MAT berpeluang diterapkan di UMRAH mengingat kapasitas ruangan dan unit komputer yang terbatas.

“Menggunakan perangkat tes berbasis Android menjadi salah satu alternatif di tengah keterbatasan untuk pelaksanaan ujian-ujian di lingkungan UMRAH semisal Test ETP, UAS, atau UTS” ujar Azmi.

Wacana usai Studi Banding di UNPAD mengemuka, rencananya apabila disetujui, staff UPT TIK yang melayai helpdesk dan pengembangan aplikasi akan dimagangkan di UNPAD dalam jangka waktu tertentu agar dapat menyerap budaya kerja di UNPAD dan berkolaborasi dalam pengembangan Sistem Informasi.

Kunjungan ke ITB

Usai mengunjungi UNPAD, Kamis pagi(20/9) UPT TIK mengunjungi ITB di tamansari Bandung. Rombongan UPT TIK disambut oleh Kepala Sub Direktorat Layanan Teknologi Informasi DTSI ITB, Mugi Sugiarto S.Si.,MAB dan Kepala Seksi Operasi Aplikasi dan Fasilitas Teknologi Informasi,  Beni Rio Hermanto ST,MM. Di ruang DSTI ITB di lantai 4 gedung Center for Research and Community Service (CRCS) ITB.

“Kami menyambut baik kedatangan tim dari UMRAH, untuk melakukan diskusi dengan kami soal layanan Teknologi Informasi, semoga banyak yang bisa dipelajari dari kami dan kami juga dapat menambah pengetahuan dari UMRAH ” ujar Mugi.

Mugi kemudian menjelaskan mengenai sistem-sistem informasi yang ada di Institut Teknologi Bandung, termasuk database Oracle yang digunakan. ITB juga menurut Mugi, selain menggunakan Aplikasi milik sendiri, tentu menggunakan Aplikasi milik negara seperti LPSE yang digunakan oleh direktorat logistik yang mengurusi pengadaan.

“Sedangkan E-Learning dulu dibawah unit kami, sekarang dofokuskan menjadi UPT tersendiri yaitu UPT E-Learning” ujar Mugi.

Usai bertukar cinderamata,rombongan UPT TIK UMRAH kemudian diajak mengunjungi data center milik ITB di lantai 1 gedung CRCS. (Adi Pranadipa/UPT TIK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here