JAKARTA – Grand Mercure, Harmoni. Selasa (27/3) telah dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) antara Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI dengan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) dan 32 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lainnya.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Prof. Akhlus (Rektor UMRAH) menerangkan bahwa benar UMRAH telah menandatangani kesepahaman bersama dengan Kemenko PMK RI.

“Benar kita (UMRAH) salah satu dari 33 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) dengan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI. Penandatanganan MoU itu terkait dengan Kuliah Kerja Nyata – Revolusi Mental (KKN – RM) Tahun 2018”. Ungkap Prof. Akhlus selaku Rektor UMRAH.

“Alhamdulillah kita kembali dipercaya menjadi bagian pelaksanaan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) melalui program KKN – RM 2018 ini. Pada tahun ke-3 ini KKN-RM fokus pada aksi nyata Indonesia Melayani yang menjadi bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Berintegritas”. Tambahnya lagi.

“Pesan Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Kemenko PMK, Prof. Agus Sartono dalam sambutannya menegaskan kegiatan KKN Tematik Revolusi Mental bukanlah suatu kegiatan yang berhubungan dengan politik. KKN ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang luar biasa bagi mahasiswa sebagai bekal untuk menjadi pemimpin di masa depan. Terdapat tiga values strategis yang ditanamkan kembali melalui kegiatan ini yaitu, Integritas; Etos Kerja; dan Gotong-royong”. Ungkap Rektor UMRAH mengakhiri pembicaraannya.

Saat ditanya apa tindak lanjut UMRAH dari MoU tersebut, Victor Amrifo (Kepala LP3M UMRAH) melalui sambungan teleponnya menjawab dengan singat dan jelas.

“Tindak lanjut dari MoU tersebut adalah desain kegiatan dari Pokja KKN UMRAH 2018 yang harus melibatkan sekurang-kurangnya 35 kelompok mahasiswa, dengan berbagai aksi nyata Indonesia Melayani. Peserta KKN UMRAH tahun 2018 mencapai 315 orang yang akan ditempatkan di 31 Desa/Kelurahan, tersebar di Kabupaten Bintan, Kabupaten Lingga dan Kota Batam”. Jawab Kepala LP3M UMRAH yang juga doktor di bidang perikanan itu. (HUMAS).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here